Segarnya Kolam Desa Adat Bayan


Puluhan anak desa adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, spontan berlarian dan terjun ke kolam renang yang baru saja diresmikan. Mereka sangat kegirangan, kolam ini memang sudah ditunggu-tunggu warga desa untuk bisa digunakan. Tak lama kemudian, orang dewasa yang tadinya malu-malu akhirnya ikut terjun juga ke dalam kolam.

Kolam itu semula adalah kolam sederhana buatan warga untuk menampung mata air Mandala yang ada di hutan adat Desa Bayan. Lama kelamaan kolam itu rusak, lalu dengan inisiatif warga dan dibantu beberapa lembaga dibangunlah kolam baru yang lebih besar.

Yang meresmikan kolam penampungan mata air itu bukan orang sembarangan. Dia adalah wakil Gubernur NTB, H. Muhammad. Amin yang khusus datang ke Desa Bayan. Ini bagian dari rangkaian pengembangan program pariwisata berkelanjutan di desa itu.

Mesjid kuno Bayan menjadi tujuan utama untuk tur jalan budaya bagi wisatawan selain mengunjungi tempat-tempat lain yang tak aklah menarik di desa Bayan. (Foto: Feri Latief)

Desa Bayan memang tertinggal jauh dalam bidang pariwisata dibandingkan Senaru, desa tetangganya. Industri pariwisata di Desa Senaru sudah berkembang sejak jauh hari. Senaru adalah salah satu gerbang wisatawan yang ingin mendaki Gunung Rinjani. Di Senaru pula wisatawan bisa mengunjungi beberapa air terjun. Bisnis penginapan dan agen perjalanan berkembang cepat.

Yang berbeda, di Bayan adalah semua program pariwisata dibuat berkelanjutan melibatkan anggota masyarakat untuk mengelola sumber dayanya. Di samping itu juga program memastikan kelangsungan budaya lokal, lingkungan alam, dan keanekaragaman dan sistem pendukung lainnya.

Maka setelah berembuk dengan masyarakat desa, dibuatlah produk dan pelayanan wisata oleh kelompok kerja yang anggotanya warga desa dan didampingi konsultan yang berpengalaman. Akhirnya dikembangkan tiga produk, yang pertama, yaitu tur jalan budaya. Wisatawan yang datang ke Bayan diajak mengunjungi rumah adat dan mesjid kuno Bayan. Lalu diajak ke rumah-rumah penduduk yang terdapat kerajinan kain tenun tradisional dan kerajinan lainnya.

Produk yang kedua, yaitu pengalaman kuliner. Wisatawan yang berkunjung akan disajikan aneka kuliner khas desa Bayan yang tak ada di wilayah Lombok lainnya. Wisatawan juga akan dihibur tarian dan pertunjukan tradisional.

Yang ketiga, adalah perjalanan ke hutan adat Desa Bayan. Di hutan itu wisatawan diajak mengenali berbagai macam keanekaragaman hayati termasuk pohon-pohon tua di sana. Masyarakat Bayan melindungi hutan adat tersebut karena ada kepercayaan roh para leluhur ada di hutan tersebut. Juga hutan itu sebagai kawasan resarapan air yang memberi banyak air untuk kehidupan desa.

Kolam baru yang diresmikan itu menjadi titik akhir dari perjalanan wisatawan di hutan adat. Di sana pula mata berada air Mandala yang dilindungi penduduk. Wisatawan bisa mandi-mandi dan berendam di kolam yang airnya dingin dan menyegarkan.

Wiwien Tribuwani Wiyono Putri konsultan pariwisata dari Bristish Council yang bersama warga desa mengembangkan produk wisata itu menyampaikan bahwa masyakarat sangat antusius dengan kolam itu. “Catnya warga sendiri yang memilih warna biru. Kata warga agar air kolamnya terlihat bersih,” begitu jelasnya. “Dari kemarin mereka sudah ingin mencobanya, tapi belum dibolehkan sampai diresmikan,” lanjutnya lagi.

Kini masyarakat Desa Bayan akan bersaing dengan desa Senaru tetangganya dalam menarik minat wisatawan. Wisatawan yang berkunjung ke Bayan bisa berkeliling desa adat lalu menikmati tarian dan pertunjukan sambil menyantap kuliner khas Bayan.

Atau mandi berendam di kolam yang airnya dingin dan segar setelah berlelah-lelah berjalan menjelajahi persawahan dan hutan adat. Sangat menyenangkan, bukan?

Source : National Geographic